Daerah

Bangkalan Titik Start Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor: Menggali Akar Sejarah Syaikhona Kholil, Menguatkan Semangat Pemuda NU

1288
×

Bangkalan Titik Start Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor: Menggali Akar Sejarah Syaikhona Kholil, Menguatkan Semangat Pemuda NU

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, L77.com – Kabupaten Bangkalan kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat historiografi penting bagi Nahdlatul Ulama (NU). Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Bangkalan dipilih sebagai titik awal kegiatan napak tilas bergengsi yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharudin, serta jajaran pengurus wilayah dan cabang.

Rangkaian acara dibuka secara resmi di Pendopo Agung R.A. Tjakraningrat, Jumat (24/4/2026), dengan sambutan hangat dari Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Pemilihan Bangkalan sebagai starting point bukan tanpa alasan; kota ini adalah tanah kelahiran Syaikhona Kholil, guru besar para pendiri NU, termasuk KH Hasyim Asy’ari. Kehadiran ribuan kader Ansor di bumi Salak Madu menjadi simbol penghormatan terhadap akar sejarah yang melahirkan semangat perjuangan pemuda NU.

Ziarah Kubro: Menyambung Sanad Spiritual

Sebelum memasuki agenda formal di pendopo, rangkaian kegiatan diawali dengan Ziarah Kubro ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan di Desa Martajasah. Suasana khidmat menyelimuti prosesi ziarah, di mana para kader Ansor mendoakan arwah para ulama pendahulu sambil menyerap nilai-nilai keteladanan dan keikhlasan dalam berkhidmah.

Bagi GP Ansor, ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan upaya “menyambung sanad” spiritual dan intelektual kepada para maestro Islam Nusantara. “Kita datang ke sini untuk mengingat dari mana kita berasal. Semangat Syaikhona Kholil dalam mendidik umat adalah bahan bakar utama bagi gerakan pemuda Ansor hari ini,” ujar salah satu peserta ziarah.

Dialog Kebangsaan dan Filosofi Gowes

Di Pendopo Agung, berlangsung dialog strategis antara Pengurus PP GP Ansor, Pengurus Wilayah (PW), dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Bupati Lukman Hakim menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan GP Ansor menjadikan Bangkalan sebagai episentrum perayaan Harlah ke-92.

“Momentum ini melampaui seremoni biasa. Ini adalah pengingat bahwa GP Ansor lahir dari rahim perjuangan ulama seperti Syaikhona Kholil dan KH Hasyim Asy’ari. Saya berharap energi sejarah ini menjadi bensin bagi kader Ansor untuk terus mengabdi pada umat, bangsa, dan agama di era modern,” tegas Lukman.

Puncak acara di Bangkalan ditandai dengan pelepasan peserta gowes (bersepeda) menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menjelaskan makna filosofis di balik aktivitas fisik tersebut.

“Bersepeda mengajarkan keseimbangan, ketahanan, dan kebersamaan. Roda depan adalah visi, roda belakang adalah aksi, dan pengendara adalah kader yang harus menjaga keduanya tetap selaras. Gowes dari Bangkalan ke Jombang adalah simbol perjalanan panjang perjuangan yang harus ditempuh dengan soliditas dan semangat kolektif,” ungkap Addin.

Satukan Energi Pemuda Indonesia

Mengusung tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia”, napak tilas ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas antar-kader, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta mengkonsolidasikan komitmen generasi muda dalam menjaga warisan nilai-nilah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Dengan suksesnya pelaksanaan tahap awal di Bangkalan, GP Ansor mengirimkan pesan kuat bahwa organisasi ini tetap relevan, dinamis, dan setia pada akar sejarahnya. Bagi Kabupaten Bangkalan, event ini sekaligus menjadi promosi budaya dan religi yang efektif, menegaskan identitas kota sebagai destinasi ziarah dan wisata sejarah utama di Jawa Timur.(Miskawi/humas-bangkalan)