Uncategorized

MPLS Jadi Awal Penguatan Akses Pendidikan, Pemkab Jember Perluas Dukungan bagi Pelajar dan Mahasiswa

8
×

MPLS Jadi Awal Penguatan Akses Pendidikan, Pemkab Jember Perluas Dukungan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

JEMBER – Liputan7terkini– Pemerintah Kabupaten Jember menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan. Hal itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri kegiatan Pro Guse Update di SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa setiap anak di Jember berhak memperoleh layanan pendidikan yang adil dan berkualitas. Karena itu, seluruh pelaksanaan MPLS diminta berlangsung sesuai ketentuan, mengedepankan pembentukan karakter, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru.

“Pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan. Karena itu, pemerintah harus memastikan tidak ada anak Jember yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan ekonomi ataupun praktik-praktik yang tidak sesuai aturan. Semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Bupati Muhammad Fawait.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menghilangkan berbagai hambatan yang dapat mengurangi kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan. Ia mengingatkan seluruh sekolah negeri agar tidak melakukan pungutan di luar aturan maupun praktik penerimaan siswa yang tidak sesuai prosedur, sehingga seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel.

Bupati juga menyoroti hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui Sekolah Rakyat dan program beasiswa, kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita. Pendidikan harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat Jember,” tambahnya.

Komitmen tersebut diperkuat dengan program beasiswa pendidikan tinggi yang terus diperluas. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar untuk mendukung sekitar 4.200 mahasiswa baru melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Selain bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), pemerintah daerah juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari kategori afirmasi ekonomi, santri, dan penyandang disabilitas. Sementara itu, penerima beasiswa tahun 2025 cukup melakukan daftar ulang dengan melampirkan surat keterangan aktif kuliah tanpa harus mengikuti proses seleksi dari awal.

“Kami berharap anak-anak Jember belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk membangun daerahnya. Investasi terbesar pemerintah adalah investasi di bidang pendidikan, karena dari sanalah lahir generasi yang akan membawa Jember lebih maju,” pungkas Bupati.

Melalui penguatan MPLS yang berorientasi pada pembentukan karakter serta perluasan program beasiswa, Pemkab Jember berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan daerah.