TNI dan PolriUncategorized

Di Tengah Derasnya Arus Digital,Danrem Bhaskara Jaya Ajak ASN Kembali Berefleksi.

1268
×

Di Tengah Derasnya Arus Digital,Danrem Bhaskara Jaya Ajak ASN Kembali Berefleksi.

Sebarkan artikel ini

Surabaya –Liputan7terkini– Setiap perubahan selalu membawa pilihan: bertahan dengan cara lama atau berani melangkah menemukan cara yang lebih baik. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), perubahan bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi kesempatan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pesan itu mengemuka saat Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menjadi narasumber seminar ASN Pemerintah Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Jalan Jimerto No. 25-27 Lantai 6, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Mengangkat tema “Refleksi Diri ASN Pemkot Surabaya untuk Membangun Karakter yang Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing di Era Digital,” seminar tersebut tidak hanya berbicara tentang teknologi. Lebih jauh, forum itu menjadi ruang untuk mengajak para aparatur berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan pengabdiannya, lalu bertanya pada diri sendiri: apa yang sudah diberikan dan apa yang masih bisa diperbaiki untuk masyarakat.

Brigjen TNI Kohir menilai kemajuan teknologi telah membuka banyak pintu bagi ASN untuk bekerja lebih cepat, efektif dan kreatif. Namun, kecanggihan perangkat tidak akan banyak berarti apabila tidak dibarengi kemauan untuk belajar dan keberanian memperbaiki cara kerja. Menurutnya, inovasi yang sesungguhnya adalah inovasi yang mampu menjawab persoalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan hanya menjadi orang yang mengikuti perubahan. Jadilah bagian dari orang-orang yang mampu menciptakan perubahan. Namun, dalam setiap langkah perubahan itu, tetap jaga integritas dan tanggung jawab,” pesan Brigjen TNI Kohir.

Ia mengajak para ASN membangun kebiasaan melakukan refleksi diri. Bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan ruang perbaikan. Dari keberanian mengevaluasi diri itulah seorang aparatur dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, terbuka menerima masukan, tidak takut belajar hal baru dan mampu menghadapi tantangan dengan pikiran yang lebih terbuka.

Danrem juga mengingatkan bahwa pelayanan publik pada akhirnya bukan tentang angka, aplikasi atau seberapa cepat sebuah sistem bekerja. Di balik setiap pelayanan, terdapat manusia dengan kebutuhan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, kemampuan mendengarkan, memahami dan merespons masyarakat dengan empati menjadi bagian penting dari karakter ASN yang berkualitas.

Menurutnya, ASN yang adaptif bukan berarti mudah terbawa arus perubahan. Justru, mereka harus mampu mengikuti perkembangan tanpa kehilangan nilai dasar pengabdian. Teknologi digunakan untuk memperkuat pelayanan, inovasi dimanfaatkan untuk mencari solusi, sementara integritas menjadi kompas agar setiap langkah tetap berada pada tujuan yang benar.

Semangat tersebut menjadi semakin penting karena ASN Pemkot Surabaya berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai lini pelayanan. Dari kantor pemerintahan hingga lingkungan kelurahan, kualitas interaksi aparatur dengan warga ikut menentukan bagaimana masyarakat merasakan hadirnya pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Lilik Arijanto, S.T., M.T., para Asisten, Staf Ahli Wali Kota, para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah. Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Kohir didampingi Kasiter Kasrem 084/BJ Letkol Inf Andi Tirtawansyah.

Seminar itu pun meninggalkan pesan yang sederhana, tetapi mendalam: perubahan tidak cukup hanya diikuti, tetapi harus diisi dengan keberanian untuk menjadi lebih baik. Ketika ASN mau terus belajar, berani berinovasi, terbuka terhadap evaluasi dan tetap menjaga integritas, maka teknologi bukan hanya membuat pelayanan menjadi lebih cepat, tetapi juga membantu menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, lebih dekat dan lebih manusiawi bagi masyarakat.(Miskawi/Penrem 084)