Surabaya, 12 Agustus 2026 — Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah (UHT) berkolaborasi dengan Indonesian Society of International Law Lecturers (ISILL) menggelar kegiatan akademik di atas KRI Bima Suci, kapal latih TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian ISILL Academy yang mempertemukan akademisi dan praktisi untuk memperdalam kajian hukum laut internasional.
Berlayar di atas KRI Bima Suci, peserta ISILL Academy tidak hanya mendapatkan materi akademik tetapi juga berdiskusi mengenai perspektif operasional serta hubungan hukum laut dengan strategi pertahanan.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Turut hadir Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., serta Wakil Rektor III Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si.(Han)., M.Tr.Opsla.
Rektor UHT menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, praktisi hukum, dan TNI Angkatan Laut dalam memperdalam pemahaman mengenai hukum laut dan strategi pertahanan.
Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan langsung di atas KRI Bima Suci memberikan perspektif yang lebih kontekstual bagi peserta dalam memahami berbagai tantangan hukum dan keamanan di ruang maritim.
Sejumlah pakar hukum laut internasional dari Indonesia maupun mancanegara turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Prof. Etty R. Agoes, S.H., LL.M., Prof. Stuart Kaye, OAM, Prof. Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D., Prof. Dra. Sri Wartini, S.H., M.H., Ph.D., serta Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Kadiskumal) Dr. Ali Ridlo, S.H., M.M., M.Tr.Opsla., M.H. sebagai pemateri.
Materi yang dibahas mengangkat tema perspektif operasional serta hubungan hukum laut dan strategi pertahanan. Pembahasan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat hukum laut tidak hanya dari sisi normatif tetapi juga dalam konteks operasional serta kepentingan pertahanan negara.
Ketua ISILL Prof. Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D., mengatakan ISILL Academy dirancang untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik dalam bidang hukum laut.

“ISILL Academy dirancang untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik dalam bidang hukum laut,” kata Arie.
Menurut Arie, kegiatan yang berlangsung di atas KRI Bima Suci memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Lingkungan kapal latih TNI AL menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan peserta menghubungkan teori hukum laut dengan kondisi operasional kemaritiman.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta ISILL Academy. Berbagai perspektif mengenai hukum laut, aktivitas kemaritiman, operasional pertahanan hingga dinamika strategis di wilayah laut menjadi bagian dari pembahasan.
Bagi Fakultas Hukum UHT, kolaborasi bersama ISILL menjadi bagian dari upaya memperkuat kajian hukum laut yang memiliki keterkaitan erat dengan karakter UHT sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang kemaritiman.
Kegiatan di KRI Bima Suci sekaligus menandai berakhirnya rangkaian ISILL Academy. Penutupan di lingkungan kapal latih TNI AL tersebut menjadi momentum yang memadukan pembelajaran akademik, diskusi dan pengalaman kemaritiman secara langsung.
Kolaborasi Fakultas Hukum UHT dan ISILL diharapkan dapat terus memperkuat jejaring akademisi hukum laut nasional dan internasional serta mendorong pengembangan kajian hukum laut yang relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritim.












