SURABAYA | Liputan7terkini.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Zuem, menegaskan bahwa sosok Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) harus mampu menjadi pemersatu seluruh elemen warga nahdliyin serta menjaga organisasi tetap independen dari kepentingan politik praktis.
Menurutnya, NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan umat, memperkuat nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ketua Umum PBNU harus menjadi milik seluruh warga NU, bukan kelompok tertentu. Sosok pemimpin NU harus mampu merangkul semua kalangan, menjaga marwah organisasi, dan tidak membawa kepentingan politik praktis ke dalam tubuh NU,” ujar Gus Zuem.
Ia menilai, independensi PBNU menjadi modal penting agar organisasi tetap dipercaya masyarakat. Dengan menjaga jarak dari kepentingan politik sesaat, PBNU dapat lebih fokus menjalankan perannya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi umat, hingga pemberdayaan masyarakat.
Gus Zuem juga mengajak seluruh warga NU untuk menjaga ukhuwah, menghormati perbedaan pandangan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi berbagai dinamika organisasi.
“NU dibangun oleh para ulama dengan semangat persatuan dan pengabdian kepada umat. Nilai-nilai itu harus terus dijaga oleh siapa pun yang memimpin PBNU,” tegasnya.
Ia berharap kepemimpinan PBNU ke depan mampu memperkuat soliditas internal organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, serta terus menjadi mitra strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Red






