*Pendidikan

Libatkan Akademisi dan Praktisi, UHT Rumuskan Arah Strategis Fakultas Farmasi yang Adaptif dan Unggul

148
×

Libatkan Akademisi dan Praktisi, UHT Rumuskan Arah Strategis Fakultas Farmasi yang Adaptif dan Unggul

Sebarkan artikel ini

SURABAYA –Liputan7terkini– Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Sarasehan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Fakultas Farmasi, Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sabtu (3/10/2026), di Hall Lantai 6 Gedung Pulau Ndana, Fakultas Farmasi UHT, Surabaya.

Kegiatan dibuka Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. dan dihadiri Dekan Fakultas Farmasi UHT Prof. Dr. apt. Suko Hardjono, M.S., jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta alumni.

Sarasehan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan bidang kefarmasian sebagai pemberi masukan. Unsur yang terlibat antara lain APTFI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, BBPOM Kota Surabaya, Pengurus Daerah IAI Jawa Timur, Pengurus Cabang IAI Kota Surabaya, para preseptor, mitra internal, alumni dan perguruan tinggi antara lain Fakultas Farmasi dari Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Surabaya atau yang mewakili.

Rektor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut yang menjadi ruang untuk menyepakati arah pengembangan fakultas, kualitas lulusan yang hendak dihasilkan serta langkah untuk mencapainya. Menurutnya, VMTS harus menjadi dasar bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola Fakultas Farmasi UHT.

Dalam sambutannya, Rektor memberikan empat penekanan. Pertama, VMTS harus selaras dengan arah UHT sekaligus memiliki kekhasan yang nyata. Identitas UHT sebagai perguruan tinggi berorientasi kelautan dan kemaritiman perlu diterjemahkan dalam bidang kefarmasian, termasuk peluang penelitian sumber daya hayati laut dan pesisir.

Kedua, VMTS harus diarahkan pada kualitas lulusan dan kesinambungan pendidikan. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan keilmuan yang kuat, berpikir kritis, mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, mengambil keputusan berbasis bukti, serta menjunjung integritas dan etika. Pendidikan S1 Farmasi juga harus memiliki kesinambungan dengan Pendidikan Profesi Apoteker.

Ketiga, Rektor menekankan pentingnya masukan dari para pemangku kepentingan agar arah pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kefarmasian. Masukan tersebut diharapkan dicatat, dianalisis dan digunakan untuk menyempurnakan rumusan VMTS.

Keempat, pelaksanaan VMTS harus terukur dan menjadi tanggung jawab bersama. Setiap tujuan perlu memiliki sasaran, tahapan, penanggung jawab dan indikator keberhasilan yang jelas. Hasil sarasehan selanjutnya diharapkan diterjemahkan ke dalam Renstra, kurikulum, peta jalan penelitian dan pengabdian, program kerja, pengembangan SDM serta sistem penjaminan mutu.

Rektor berharap forum tersebut menghasilkan arah yang jelas, langkah yang dapat dilaksanakan, dan komitmen bersama untuk memperkuat Fakultas Farmasi UHT. Keberhasilannya akan terlihat dari kualitas lulusan, kemajuan keilmuan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.