Uncategorized

Rektor UHT Serahkan Buku Geostrategi Maritim Indonesia kepada Wamen KKP, Jajaki Kerja Sama Akademik

6
×

Rektor UHT Serahkan Buku Geostrategi Maritim Indonesia kepada Wamen KKP, Jajaki Kerja Sama Akademik

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Liputan7terkini – Rektor Universitas Hang Tuah (UHT) Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menyerahkan buku Geostrategi Maritim Indonesia kepada Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana Madya TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari upaya UHT memberikan sumbang saran pemikiran akademik kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya dalam memperkuat perspektif geostrategi maritim Indonesia.

Buku Geostrategi Maritim Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pemikiran dalam melihat berbagai tantangan dan peluang Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi kelautan dan kemaritiman sangat besar.
“Buku ini kami serahkan sebagai sumbang saran pemikiran dari Universitas Hang Tuah kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya dalam memperkuat perspektif geostrategi maritim Indonesia,” ujar Avando.

Selain penyerahan buku, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi UHT untuk menjajaki peluang kerja sama dengan KKP. Salah satunya membuka ruang bagi dosen dan akademisi UHT untuk dapat berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kelautan dan kemaritiman.

Avando mengatakan UHT memiliki sumber daya akademik dan keilmuan yang kuat di bidang kemaritiman. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan kementerian maupun lembaga pemerintah.

“Sekaligus kami menjajaki peluang kerja sama. Kami berharap dosen-dosen UHT nantinya dapat berkontribusi melalui penelitian, kajian, pendidikan, maupun kegiatan akademik lainnya yang dapat mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan,” katanya.

Menurut Avando, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah sangat penting untuk memperkuat pembangunan sektor kelautan dan kemaritiman. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian, kajian strategis, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

UHT selama ini terus memperkuat identitasnya sebagai perguruan tinggi yang memiliki perhatian besar terhadap bidang kemaritiman. Dengan dukungan sumber daya akademik dan pengalaman di bidang kelautan, UHT siap mengambil bagian dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan maritim Indonesia.
“Harapan kami, penjajakan ini dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret antara UHT dan KKP. Kami siap mendukung melalui kapasitas dosen, penelitian dan kajian akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kelautan dan kemaritiman,” pungkas Avando.