SEMARANG —Liputan7terkini – Fakultas Vokasi Pelayaran (FVP) Universitas Hang Tuah (UHT) melakukan benchmarking tata kelola asrama taruna/i ke dua perguruan tinggi vokasi maritim di Semarang, yakni Politeknik Bumi Akpelni dan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin).
Kegiatan yang berlangsung Selasa (11/8/2026) tersebut menjadi bagian dari persiapan FVP UHT dalam mengoperasikan Asrama Taruna/i pada 2026. Benchmarking dilakukan untuk menggali berbagai praktik pengelolaan asrama yang efektif, tertib, aman, sekaligus mendukung pembinaan karakter taruna/i.
Rombongan FVP UHT dipimpin Dekan FVP Kolonel Laut (Purn) Djamaludin Malik, S.E., M.A.P., M.Tr.Opsla., M.Mar. Turut mendampingi Wakil Dekan I Capt. Dr. Mudiyanto, S.AB., M.M., M.Mar., Wakil Dekan III Dr. FX. Adi Purwanto, S.E., M.M., serta Dosen FVP Kolonel Laut (Purn) R. Bambang Ispri Bandono, S.T., M.Si.
Dalam kunjungan ke Politeknik Bumi Akpelni, rombongan UHT diterima Direktur Akpelni Capt. Dr. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si. Sementara di Polimarin, rombongan diterima Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Amthori Anwar, M.Si., M.Mar.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam benchmarking tersebut, mulai dari sistem pengelolaan asrama, tata tertib, pembinaan taruna/i, mekanisme pengawasan, keamanan, kedisiplinan hingga pelayanan kehidupan taruna/i di lingkungan kampus.
Dekan FVP UHT Kolonel Laut (Purn) Djamaludin Malik mengatakan, benchmarking dilakukan untuk memperoleh referensi dan pembelajaran dari institusi vokasi pelayaran yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola kehidupan asrama taruna/i.
Hasil benchmarking selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola Asrama Taruna/i FVP UHT.
Asrama tersebut nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal taruna/i. Lebih dari itu, asrama diproyeksikan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan dan pembinaan karakter di FVP UHT.
Melalui sistem pengelolaan yang terstruktur, keberadaan asrama diharapkan mampu memperkuat pembentukan disiplin, karakter, tanggung jawab, profesionalisme, serta kesiapan taruna/i menghadapi dunia kerja dan industri kemaritiman.
FVP UHT juga berharap penerapan praktik-praktik terbaik dari perguruan tinggi vokasi maritim dapat memperkuat sistem pembinaan taruna/i dan mendukung terwujudnya pendidikan vokasi pelayaran yang unggul, disiplin, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kemaritiman.






