Uncategorized

Belasan Tahun Tegalsari PNG Sokong Kepopuleran Masjid Jami’ dan Makam Kiai Ageng Muhammad Besari

12
×

Belasan Tahun Tegalsari PNG Sokong Kepopuleran Masjid Jami’ dan Makam Kiai Ageng Muhammad Besari

Sebarkan artikel ini

L7T.com – NAMA besar Masjid Jami’ Tegalsari dan Kiai Ageng Muhammad Besari, pendirinya, semakin kondang berkat promosi gencar yang mengiringinya. Ada peran vital Tegalsari PNG, media digital yang ajek mendokumentasikan sejarah, budaya, dan beragam aktivitas di seputar masjid yang berada di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo itu.‎

Penggagas Tegalsari PNG adalah Muhammad Fikri Haikal yang mengawalinya dengan membagikan foto, cerita, sejarah, serta budaya masyarakat Desa Tegalsari di halaman di Facebook. Fikri menamai fanpage di Facebook itu dengan Desa Wisata Religi Tegalsari yang mulai tayang 18 Juni 2013 lalu.‎

FOTO: KIM Besari Desa Tegalsari

“Tidak terasa sudah 13 tahun, dulu area kompleks Masjid Jami’ Tegalsari dan makam Kiai Ageng Muhammad Besari masih sepi pengunjung. Sekarang ini, banyak orang berdatangan setiap hari. Efek media sosial membuat Tegalsari semakin terkenal,” kata Fikri tepat pada hari jadi ke-13 Tegalsari PNG, 18 Juni 2026.‎

Seiring perjalanan waktu, Tegalsari PNG tumbuh menjadi media digital yang getol mengangkat potensi wisata religi di Desa Tegalsari. Bahkan, mulai muncul di Instagram dan YouTube dengan menyajikan foto dan video mulai 2019. Dua tahun kemudian, Tegalsari PNG merambah TikTok dan Twitter (kini X). “Jangkauan informasinya lebih luas,” ungkap Fikri.‎

Konsistensi dalam menghadirkan konten selama 13 tahun itu membuahkan hasil. Hingga pertengahan 2026 ini, akun Facebook Tegalsari PNG memiliki sekitar 16 ribu pengikut, Instagram (lebih 13 ribu pengikut), TikTok mencapai 13 ribu pengikut, dan YouTube mencatat 4.000 subscriber. “Menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konten sejarah, budaya, serta ketertarikan terhadap wisata religi,” terang Fikri.

‎Pun, Tegalsari PNG menjadi bagian dari Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Besari yang berada di bawah pembinaan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Statistik Kabupaten Ponorogo. Tak urung, informasi tentang pembangunan desa dan beragam aktivitas masyarakat ikut mewarnai halaman media digital itu. “Kami juga mendorong pengembangan literasi digital di tingkat desa” jelas Fikri.‎

Selama lebih dari satu dekade, Tegalsari PNG konsisten mendokumentasikan berbagai kegiatan keagamaan, sejarah, tradisi, budaya, hingga aktivitas keseharian masyarakat. Tanpa kecuali, kedatangan sejumlah tokoh nasional dan nama-nama beken lainnya yang mengunjungi Masjid Jami’ Tegalsari serta berziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari.‎

Kata Fikri, Tegalsari PNG berkomitmen menjadi media informasi yang edukatif, inspiratif, dan terpercaya. Bersamaan itu, menjaga jejak sejarah, budaya, dan nilai-nilai religi di Desa Tegalsari agar lestari. “Sehingga dikenal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya.

‎Menurut dia, nilai sejarah Masjid Jami’ Tegalsari sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-18 oleh Kiai Ageng Muhammad Besari, menjadi kekuatan konten Tegalsari PNG. Apalagi, Kiai Ageng yang mendirikan Pesantren Gebang Tinatar melahirkan banyak tokoh seperti Susuhunan Pakubuwono II (Raja Surakarta), Ronggowarsito (pujangga/sastrawan Jawa), Kiai Abdul Manan Dipomenggolo (pendiri Pesantren Tremas Pacitan). Bahkan, HOS Tjokroaminoto serta Trimurti, pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, merupakan keturunan dari silsilah Kiai Ageng Muhammad Besari. (tim kominfo)