Liputan7terkini Dalam rangka memperkuat sinergi operasi gabungan TNI, Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral) III menghadiri kegiatan Geladi Model Operasi Gerilya Modern yang diselenggarakan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menguji kesiapan konsep, prosedur, serta interoperabilitas antarsatuan dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman yang terus berkembang.
Geladi model ini melibatkan unsur dari tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, sebagai implementasi konsep operasi gabungan yang menitikberatkan pada kolaborasi, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan. Kehadiran Dankodaeral III mencerminkan komitmen TNI AL dalam mendukung terwujudnya kekuatan pertahanan yang terintegrasi dan adaptif terhadap tantangan strategis masa kini.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta melakukan pembahasan terhadap skenario operasi, mekanisme komando dan pengendalian, hingga sinkronisasi penggunaan kekuatan gabungan dalam pelaksanaan operasi gerilya modern. Seluruh tahapan dirancang untuk memastikan setiap unsur mampu menjalankan tugas secara terpadu sesuai doktrin operasi gabungan TNI.
Selain menjadi sarana evaluasi terhadap rencana operasi, geladi model juga diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat koordinasi lintas matra dalam mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan operasi militer. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kogabwilhan I bersama seluruh satuan jajaran, termasuk Kodaeral III, dalam membangun postur pertahanan yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai bentuk ancaman melalui kerja sama yang solid antarmatra TNI.






