*TNI dan Polri

Kemhan Tegaskan Latsarmil SPPI Bukan untuk Mencetak Prajurit, Fokus Tanamkan Disiplin dan Karakter

73
×

Kemhan Tegaskan Latsarmil SPPI Bukan untuk Mencetak Prajurit, Fokus Tanamkan Disiplin dan Karakter

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Liputan7terkini Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak bertujuan membentuk mereka menjadi prajurit TNI. Program tersebut hanya dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, integritas, kepemimpinan, serta etos kerja sebagai bekal menjalankan tugas di masyarakat.

Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menjelaskan bahwa seluruh materi latihan telah disusun secara terukur dan disesuaikan dengan tujuan pembinaan karakter, bukan pendidikan militer penuh. Menurutnya, peserta SPPI dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang profesional, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Kemhan juga memastikan porsi latihan fisik tidak dirancang seberat pendidikan militer bagi calon prajurit. Fokus utama kegiatan adalah membentuk karakter, meningkatkan integritas, serta membangun semangat kerja sama dalam mendukung program pembangunan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terkait meninggalnya lima peserta SPPI saat mengikuti rangkaian pelatihan. Kemhan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi, aspek kesehatan, metode pelatihan, hingga mekanisme penanganan medis selama kegiatan berlangsung.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan program agar pelaksanaan pembinaan karakter tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan peserta. Materi pelatihan juga akan diarahkan lebih adaptif, edukatif, serta memperhatikan kondisi psikologis peserta.

Kemhan menegaskan bahwa peserta SPPI tetap berstatus sebagai warga sipil dan tidak dipersiapkan menjadi anggota militer. Latsarmil hanya menjadi bagian dari pembentukan karakter untuk menghasilkan calon manajer dan penggerak pembangunan yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas secara profesional dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.