Uncategorized

Peserta Hamil Tetap Ikuti Pembekalan Manajer Kopdes Merah Putih, Dikecualikan dari Latihan Fisik

21
×

Peserta Hamil Tetap Ikuti Pembekalan Manajer Kopdes Merah Putih, Dikecualikan dari Latihan Fisik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Liputan7terkini – Sejumlah peserta pembekalan calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang sedang hamil tetap mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan dengan pengawasan kesehatan secara khusus.

Pembekalan berlangsung di Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD (Pusdikkes Puskesad), Kramat Jati, Jakarta Timur. Peserta hamil mendapat pemantauan medis intensif dan tidak diwajibkan mengikuti kegiatan fisik di lapangan.

Salah satu peserta asal Pekanbaru, Riau, Wahyuni (30), mengaku kondisi kesehatannya tetap baik selama mengikuti pembekalan sejak pertengahan Juni 2026.

“Kami sangat diperhatikan oleh para pembina dan komandan di sini. Setiap hari kondisi kesehatan kami diperiksa, mulai pagi, siang hingga malam. Peserta yang hamil juga mendapatkan penanganan medis khusus,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, setiap tiga hari peserta hamil menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan. Bahkan, saat mengikuti tes kesehatan awal, dirinya belum mengetahui tengah mengandung.

“Saat tes kesehatan kami belum tahu kalau hamil. Sekarang usia kehamilan saya sudah memasuki sembilan minggu,” katanya.

Peserta lainnya, Elsa Sitorus (30), mengaku tetap mengikuti pembekalan meski telah mengetahui dirinya hamil sebelum pengumuman kelulusan sebagai calon manajer.

Menurut Elsa, perjuangan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang cukup panjang menjadi alasan dirinya tetap hadir mengikuti pembekalan.

Meski demikian, baik Wahyuni maupun Elsa tidak diikutsertakan dalam latihan fisik maupun kegiatan lapangan. Mereka hanya menyaksikan proses latihan yang dijalani peserta lainnya.

“Untuk latihan di lapangan kami hanya menyaksikan teman-teman. Kami tidak diikutkan dalam kegiatan fisik tersebut,” ujar Wahyuni.

Ia menambahkan, peserta hamil juga diperbolehkan beristirahat apabila merasa kelelahan selama mengikuti pembekalan.

Di lokasi kegiatan, peserta hamil mengenakan ban berwarna biru di lengan kanan sebagai penanda, sementara peserta yang memiliki riwayat penyakit memakai pita putih guna memudahkan pemantauan kesehatan.

Kemhan Evaluasi Program Pembekalan

Sementara itu, Kementerian Pertahanan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembekalan setelah lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa kegiatan kini diarahkan menjadi pembekalan bela negara dan manajerial, bukan lagi latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, berbagai kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer, termasuk latihan menembak, telah dihapus dari program.

Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Fokus pembekalan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta peningkatan kemampuan manajerial sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

(Liputan7terkini/Red)