Mojokerto – Liputan7terkini– Musim kemarau mulai berdampak pada warga yang tinggal di lereng Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 2.776 kepala keluarga (KK) di sejumlah desa dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber mata air yang terus menyusut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat krisis air bersih melanda beberapa wilayah di Kecamatan Trawas dan Ngoro. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengandalkan sisa cadangan air di tandon rumah, sementara lainnya harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD telah menyiapkan distribusi bantuan air bersih ke desa-desa terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah agar pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat karena potensi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Warga diharapkan memanfaatkan bantuan air bersih seefisien mungkin sembari menunggu datangnya musim hujan.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menambah distribusi air bersih apabila jumlah wilayah terdampak maupun kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan selama kemarau.






