Surabaya, Liputan7terkini – 17 Agustus 2026 — Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Futsal UHT, Senin (17/8/2026). Upacara dipimpin Budi Priyono, S.Sos., M.M., dengan Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti para kepala satuan kerja, dekan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa UHT.


Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pendahulu bangsa, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan dalam mengisi kemerdekaan serta Indonesia seperti apa yang hendak diwariskan kepada generasi berikutnya.
Mengangkat semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Rektor menegaskan bahwa kedaulatan harus dibangun melalui kemampuan bangsa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengelola kekayaan nasional untuk kepentingan masyarakat. Sementara keadilan dan kemakmuran harus diwujudkan melalui pemerataan kesempatan, pendidikan, kesejahteraan dan hasil pembangunan.
Di tengah perubahan dunia yang ditandai ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi, perubahan iklim, persoalan ketahanan pangan dan energi, serta perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, Rektor mengingatkan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Menurut Rektor, medan perjuangan generasi sekarang berbeda dengan para pendahulu bangsa. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka patriotisme masa kini dapat diwujudkan dengan melawan kebodohan melalui ilmu pengetahuan, ketertinggalan melalui inovasi, ketidakpedulian melalui empati dan perpecahan melalui persatuan.
Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga manusia Indonesia yang memiliki integritas, empati, kompetensi dan tanggung jawab kebangsaan. Kampus harus menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi, karakter, kepemimpinan, sekaligus solusi bagi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa.
Bagi UHT, tanggung jawab tersebut memiliki dimensi strategis melalui jati diri kelautan dan kemaritiman. Rektor menegaskan bahwa laut bagi Indonesia bukan sekadar pemisah antarpulau, melainkan pemersatu bangsa, sumber kehidupan, ruang ekonomi, sekaligus ruang strategis bagi kedaulatan negara.
Karena itu, jati diri kelautan dan kemaritiman UHT tidak boleh berhenti sebagai identitas atau slogan. Jati diri tersebut harus diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika UHT untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat persatuan serta meningkatkan kepedulian dan pengabdian. Masa depan Indonesia belum selesai dituliskan; generasi saat inilah yang akan menuliskannya melalui ilmu, karya, kepedulian dan pengabdian.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!






