Uncategorized

Khofifah minta peserta PKN I jadi pemimpin pembawa solusi

1122
×

Khofifah minta peserta PKN I jadi pemimpin pembawa solusi

Sebarkan artikel ini

Surabaya L7T.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.

“Peserta PKN I bukan sembarang orang, ada calon Jenderal, calon Menteri bahkan calon Sekda. Pemimpin dituntut tidak hanya mampu menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Khofifah mengatakan tantangan kepemimpinan saat ini tidak lagi sebatas menjalankan fungsi administratif, melainkan juga menuntut kemampuan menghadirkan perubahan yang berorientasi pada kemaslahatan publik.

“Pemimpin tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Menurut Khofifah, kepemimpinan transformatif dapat diwujudkan melalui kemampuan membangun kesadaran publik dan menghadirkan perubahan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Sebagai contoh, ia mengutip pengalaman mantan Presiden Iran Mohammad Khatami yang dinilai mampu mendorong perubahan melalui pendekatan persuasif dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Khofifah menjelaskan Khatami membangun kesadaran masyarakat dengan menyebarluaskan ajaran agama yang menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai mitra yang saling menghormati dan melindungi. Menurut dia, pendekatan tersebut mampu membangun perspektif baru di tengah tantangan regulasi.

Ia juga menilai perubahan besar tidak selalu harus diawali melalui regulasi yang kompleks, melainkan dapat dimulai dari transformasi cara berpikir masyarakat.

Selain itu, Khofifah mengajak peserta PKN Tingkat I menjadi pemimpin yang selalu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bagaimana sesungguhnya hadirnya kita. anfa’uhum linnas. Kita hadir dimana-mana, upayakan bahwa kita akan memberikan manfaat,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan kepemimpinan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan kerja bersama. Menurut dia, setiap kebijakan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan efektif.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang konsisten mengembangkan kapasitas aparatur sipil negara.

“Ibu Gubernur Khofifah sosok kepala daerah yang memiliki kepedulian dan komitmen luar biasa terhadap pengembangan kapasitas ASN. Beliau sadar betul, kepemimpinan harus dibangun secara berkesinambungan,” kata Tri.