Liputan7terkini Kolaborasi riset internasional menjadi kunci dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global. Komitmen tersebut kembali ditgaskan Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Direktorat Riset dan Inovasi dengan menyelenggarakan Early Research Dissemination Forum Indonesian-Netherlands Universities Consortium on Sustainable Futures (INUCoST). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (29/6/2026), di Ruang Majapahit, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Forum itu menjadi ajang pemantauan perkembangan delapan riset kolaboratif penerima pendanaan INUCoST 2024–2026 sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan Leiden-Delft-Erasmus (LDE) Universities dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Riset Berdampak Lahir dari Kolaborasi
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar agenda untuk mempresentasikan hasil penelitian awal. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para peneliti untuk mengevaluasi capaian. Selain itu, menjadi ajang bertukar gagasan lintas disiplin, sekaligus memperkuat fondasi kemitraan riset Indonesia–Belanda. “Forum ini bukan sekadar formalitas untuk menyampaikan temuan penelitian awal. Forum ini juga kesempatan untuk merefleksikan kemajuan, bertukar ide lintas disiplin, dan memperkuat kemitraan. Hal ini yang akan membentuk tahap selanjutnya dari penelitian kolaboratif kita,” ujarnya.

Prof Amin menambahkan bahwa tema-tema riset yang ada dalam INUCoST, mulai dari keanekaragaman hayati, kecerdasan buatan, kota pintar, hingga transisi energi, memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan global sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi faktor penting dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. “Di Universitas Airlangga, kami percaya bahwa penelitian yang berdampak lahir dari kolaborasi yang melampaui batas institusi dan negara. Penelitian yang unggul tidak hanya menghasilkan publikasi berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dan tak lain, juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” tegasnya.
INUCoST Jadi Contoh Kolaborasi Strategis
Education and Science Attache Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Yvonne Klers, mengapresiasi eratnya hubungan akademik antara Indonesia dan Belanda yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selama lebih dari tiga tahun bertugas di Indonesia, ia melihat antusiasme yang sama besar dari kedua negara untuk membangun kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan riset. “Universitas di Indonesia dan Belanda benar-benar terhubung dengan baik dan memiliki ketertarikan yang sama untuk berkolaborasi. Antusiasme dari kedua belah pihak inilah yang membuat kerja sama ini terus berkembang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yvonne menilai INUCoST merupakan contoh praktik terbaik kolaborasi internasional yang mampu menjawab tantangan bersama melalui penelitian multidisiplin. Menurutnya, delapan proyek riset memiliki potensi besar menghasilkan solusi lokal yang dapat diterapkan secara global. “INUCoST adalah praktik terbaik tentang bagaimana konsorsium dapat berkolaborasi dalam proyek multi-tahun untuk menghadirkan solusi lokal bagi tantangan global. Program ini memiliki potensi besar menciptakan dampak dan transformasi positif bagi masyarakat di Indonesia, Belanda, maupun dunia,” tuturnya.
Perkuat Kemitraan Berkelanjutan
Komitmen terhadap keberlanjutan program juga datang dari berbagai pemangku kepentingan. Kepala Divisi Hibah Riset LPDP, Adisty Dwi Lestari, mengungkapkan bahwa LPDP bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mendanai delapan proyek riset INUCoST dengan cukup optimal. “Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi riset sekaligus mengintegrasikannya dengan program beasiswa. Hal tersebut agar pengembangan riset dan sumber daya manusia berjalan berkesinambungan sesuai prioritas nasional,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Erlin Puspaputri SSi MSc mengapresiasi UNAIR sebagai tuan rumah perdana INUCoST. Ia berharap forum ini mampu menghasilkan luaran ilmiah yang berkualitas sekaligus memperkuat kemitraan akademik Indonesia-Belanda. “Kami berharap proyek INUCoST menghasilkan luaran ilmiah yang bermakna. Selain itu, memperkuat kemitraan akademik kedua negara, dan yang paling penting memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui forum ini, UNAIR kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset internasional. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian awal, tetapi juga forum strategis kedua negara. Dalam hal ini, untuk merancang inovasi dan kerja sama lanjutan antara Indonesia dan Belanda dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui riset yang berdampak.(***)






