MAGELANG | Liputan7Terkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun jaringan pipanisasi air bersih di Kabupaten Magelang sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, meninjau langsung hasil pembangunan jaringan air bersih di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (3/7/2026). Infrastruktur tersebut dibangun untuk memulihkan akses air bersih bagi warga yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.
Dalam kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi karena berada di kawasan lereng Gunung Merapi.
Selain itu, ia juga mengingatkan adanya ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi mulai Juli 2026 hingga pertengahan 2027 akibat fenomena El Nino. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat melalui pembangunan jaringan pipanisasi maupun pengeboran sumur dalam.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Segera petakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Suharyanto.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi dukungan BNPB dalam pembangunan jaringan air bersih yang kini telah kembali melayani ribuan warga di tujuh desa yang sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat rusaknya jaringan distribusi pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Magelang juga mengusulkan pembangunan 1.000 unit Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi gangguan distribusi air bersih di masa mendatang.
(Redaksi Liputan7Terkini.com/Humas BNPB)






