Pemerintahan

Solusi Banjir dan Potensi Wisata: Bupati Lukman Hakim Tinjau Drainase serta Saung Mangrove Arosbaya, Wujudkan Desa Tangguh dan Berdaya

1170
×

Solusi Banjir dan Potensi Wisata: Bupati Lukman Hakim Tinjau Drainase serta Saung Mangrove Arosbaya, Wujudkan Desa Tangguh dan Berdaya

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, Indonesiajayanews.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata sekaligus mengoptimalkan potensi lokal. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melakukan inspeksi lapangan langsung di Kecamatan Arosbaya pada Jumat (24/4/2026), meninjau progres pembangunan infrastruktur drainase vital serta pengembangan kawasan ekowisata Saung Mangrove.

Kunjungan kerja ini menekankan dua aspek strategis: penyelesaian masalah genangan air yang kerap meresahkan warga, dan pembukaan peluang ekonomi baru melalui wisata berbasis alam.

Drainase: Bukan Sekadar Saluran Air, Tapi Jaminan Kesehatan Lingkungan

Di lokasi pembangunan drainase, Bupati Lukman Hakim memastikan bahwa pengerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis dan timeline yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa infrastruktur ini adalah jawaban konkret atas keluhan masyarakat terkait banjir rob dan genangan air hujan yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Pembangunan drainase ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi untuk kesehatan lingkungan. Dengan aliran air yang lancar, kita mengurangi sumber penyakit, menciptakan permukiman yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi warga,” ujar Lukman saat memantau kondisi saluran.

Ia juga meminta kepada kontraktor dan pengawas lapangan untuk menjaga kualitas material, memastikan drainase tahan lama dan mampu menampung debit air maksimal, terutama di musim penghujan.

Saung Mangrove: Harmoni Konservasi dan Ekonomi Kreatif

Usai meninjau drainase, Bupati bergerak ke pesisir Arosbaya untuk melihat perkembangan Saung Mangrove. Kawasan ini dinilai memiliki potensi ganda: sebagai benteng alami pencegah abrasi (konservasi) dan sebagai destinasi wisata unggulan yang dapat mendongkrak ekonomi warga setempat.

Lukman mengapresiasi inisiatif pengelolaan saung yang memadukan keindahan alam dengan fasilitas pendukung wisata. Ia berharap kawasan ini dapat dikelola secara profesional oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau BUMDesa setempat.

“Mangrove adalah aset berharga. Selain menjaga garis pantai dari abrasi, ia bisa menjadi ‘mesin uang’ jika dikelola dengan baik. Saya ingin Saung Mangrove Arosbaya menjadi destinasi favorit yang mendatangkan wisatawan, sehingga perputaran ekonomi terjadi langsung di tangan masyarakat lokal,” jelasnya.

Keseimbangan Pembangunan dan Kelestarian

Peninjauan ini mencerminkan filosofi pembangunan Pemkab Bangkalan yang holistik: menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur dasar dengan pelestarian lingkungan. Melalui sinergi antara perbaikan drainase dan pengembangan ekowisata, Arosbaya diharapkan menjadi model desa tangguh yang bebas banjir namun tetap lestari alamnya.

“Kita ingin memastikan pelayanan dasar terpenuhi, namun tidak mengorbankan masa depan lingkungan. Inilah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat: menyelesaikan masalah hari ini, sambil menyiapkan peluang sejahtera untuk besok,” pungkas Bupati Lukman Hakim.

Dengan langkah nyata ini, Pemkab Bangkalan kembali menegaskan bahwa pembangunan di daerah ini berorientasi pada kemanfaatan langsung bagi rakyat, keberlanjutan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(Miskawi/Humas-Bangkalan)